Google Akan Kembangkan Baterai Smartphone Tahan Lama

Google Akan Kembangkan Baterai Smartphone Tahan Lama

 Kebanyakan smartphone saat ini hanya bisa bertahan 24 jam untuk satu kali charge. Google mengembangkan baterai jenis baru yang dijanjikan akan lebih tahan lama.

Dilansir dari Wall Street Journal, sekelompok kecil engineer di Google X Labs baterai khusus untuk dipakai di smartphone, wearable gadget, tablet dan jenis perangkat baru lainnya, sejak 2013.

Tim pengembangan yang dibentuk sejak 201 ini dipimpin mantan ahli baterai di Apple Dr. Ramesh Bhardway. Salah satu proyek yang diminati Google saat ini adalah mengembangkan baterai solid-state fleksibel.

Baterai ini akan menggantikan cairan kimia dengan material solid, tempat arus listrik dialirkan. Teknologi semacam ini akan membuat baterai diproduksi dalam sejumlah lapisan.

Teknik ini juga diklaim akan membuat baterai berukuran lebih kecil dan lebih aman. Keuntungan lainnya, baterai ini bisa digunakan untuk gadget fleksibel, terutama untuk wearable device.

Umur baterai memang kerap menjadi kontroversi di ranah perangkat mobile. Google sendiri, sejak 2013, sang CEO CEO Larry Page pernah menyebutkan bahwa umur baterai adalah isu besar.

Google Akan Blokir Blog Bermuatan Konten Dewasa

Google Akan Blokir Blog Bermuatan Konten Dewasa

Google telah dikabarkan mulai secara intensif melakukan penyaringan blog-blog yang tidak sesuai dengan kebijakan konten dewasa, yakni memuat gambar atau konten dewasa secara eksploit.

Dilansir dari Telegraph, (25/02), Google telah mengumumkan bahwa pengguna platform blogger yang memuat konten dewasa, tidak lagi dapat berbagi video seksual eksplisit atau gambar-gambar bermuatan pornografi mereka ke publik di blog mereka lagi.

Sementara itu, langkah Google ini disikapi oleh Blogger Google yang menganggap bahwa penyaringan konten dewasa di blog adalah pemasungan dari demokrasi. Menyensor konten ini bertentangan dengan layanan yang mendasarkan diri pada kebebasan berekspresi tiap orang.

Namun, dalam sebuah update terkait dengan kebijakan konten dewasa ini, Google mengatakan bahwa setiap blog yang dibuat sebelum 23 Maret 2015 yang berisi konten seksual eksplisit akan diubah secara otomatis dijadikan konten private (konten pribadi) alias tidak bisa di-share untuk publik.

"Tidak ada konten akan dihapus, tapi konten pribadi hanya dapat dilihat oleh pemilik atau admin blog dan orang-orang yang dipilih oleh pemilik blog untuk bisa share. Dan tolong hindari membuat konten baru yang akan melanggar kebijakan ini," tulis Google di blog resminya.

Pengguna blog kini dapat memilih apakah akan menghapus gambar porno atau menyimpan blog pribadi mereka, yang berarti juga tidak akan muncul dalam hasil pencarian Google.

Untuk setiap blog dibuat setelah 23 Maret 2015, Google mengatakan dapat menghapus blog atau mengambil tindakan lain jika itu termasuk konten seksual eksplisit. Dikatakan bahwa pengecualian akan dilakukan jika konten menawarkan "kepentingan publik yang besar", misalnya terkait dengan seni, pendidikan, program dokumenter atau konteks ilmu dan kajian ilmiah.

Google belum mengungkapkan apa alasan di balik perubahan kebijakan yang dibuatnya ini, namun sikap Google ini diprediksi akan memicu tuduhan penyensoran dari banyak pengguna.

sumber

Google rilis Google Messenger Untuk Saingi Facebook Messenger

Google rilis Google Messenger Untuk Saingi Facebook Messenger

Tak heran lagi apabila Google ingin sekali berkompetisi dengan Facebook. Setelah Facebook muncul, Google pun merilis Google+. Kali ini ada satu hal baru lagi yang diciptakan Google untuk saingi Facebook Messenger.

Beberapa bulan lalu, Facebook memutuskan untuk membuat aplikasi chatting mereka yaitu Messenger dapat berdiri sendiri tanpa tergantung pada situs utamanya. Menurut beberapa analisis pasar, setelah dilepas mandiri, pengguna Messenger justru meningkat pesat.

Dikutip dari Tech Spot, setelah di awal tahun Hangouts mendapatkan update dari Google untuk support digunakan mengirim pesan SMS dan MMS, kali ini ada kabar bahwa perusahaan raksasa itu merilis aplikasi chatting yang berdiri sendiri tanpa terikat dengan Hangouts atau Google+.

Aplikasi chatting yang kabarnya dinamakan Google Messenger tersebut memiliki tampilan yang simple dan minimalis serta mengadopsi unsur-unsur dari Google Hangouts. Google Messenger kini telah tersedia di Google Play untuk diunduh secara gratis.

Pendiri Android Berhenti dari Google

Andy Rubin adalah seorang tokoh penting di balik lahirnya sistem operasi Android, ia memutuskan keluar dari Google untk mendirikan perusahaan sendiri. Demikian seperti dilansir Wall Street Journal.

“Saya mengharapkan yang terbaik untuk Andy pada kiprah selanjutnya,” tandas Larry Page, yang tak lain adalah CEO Google.

“Dengan Android dia telah menciptakan sesuatu yang sungguh luar biasa – dengan miliaran pengguna. Terima kasih.

Rubin yang pada akhir kariernya di Google dipercaya sebagai kepala divisi robot di perusahaan itu memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri. Perusahaan yang didirikan Rubin akan menjadi incubator bagi startsup yang tertarik dalam mengembangkan teknologi dan Hardware.

Selepas ditinggal Rubin, Google melalui juru bicaranya mengatakan bahwa pihaknya tetap berkomitmen pada robotik dan akan terus berinvestasi di sektor ini. James Kuffner, seorang peneliti di Google akan menggantikan Rubin di divisi tersebut.

Sekedar informasi tambahan, Android awalnya merupakan perusahaan yang didirikan Rubin bersama beberapa orang temannya. Setelah diakuisisi Google pada bulan Agustus 2005, Android pun kini mengalami sukses besar dengan jumlah pengguna yang terus meningkat setiap tahunnya.

Google Luncurkan Aplikasi E-mail Inbox

Google telah memperkenalkan layanan e-mail gratis Gmail pada tahun 2004 lalu. Gmail membawa pengguna ke layanan web-mail yang modern dengan berbagai fitur terintegrasinya. Kini, Google seperti ingin kembali ke fungsi awal e-mail, dengan memperkenalkan Inbox, versi sederhana dari Gmail.

Aplikasi "Inbox" saat ini sedang dalam tahap open beta. Pengguna hanya bisa mencobanya melalui undangan dari teman yang sudah memiliki akun Inbox.

Walau Google melakukan uji coba layanan ini secara tertutup, namun bagi yang ingin mencoba bisa mendaftarkan diri dengan mengirim e-mail kosong ke inbox@google.com.

Dikutip KompasTekno dari Cnet (22/10/2014), Google menempatkan Inbox sebagai aplikasi pendamping, bukan sebagai pengganti aplikasi mobile Gmail.

Inbox akan bekerja secara sederhana mengelompokkan e-mail dan menandai bagian-bagian yang mengandung informasi penting. Detail faktual dalam pesan, seperti nomor telepon, status penerbangan, foto, dan lampiran semua akan ditampilkan tanpa harus membuka e-mail. Pengguna juga bisa membaca subyek e-mail tanpa harus membuka dan membaca email.

Salah satu fitur dalam Inbox adalah fitur Assist yang akan menampilkan update real-time dari sebuah web ke e-mail. Misalnya, e-mail itinerary perjalanan dengan pesawat yang bukan hanya menampilkan jadwal saja, namun juga update dari status penerbangan.

Fitur lain adalah Bundles yang bisa digunakan untuk mengelompokkan pesan yang serupa. Pengguna juga bisa membuat Bundles dengan kategori sendiri yang bisa dimodifikasi. Inbox juga terintegrasi dengan fitur pengingat (Reminders) dalam Google Now.

Aplikasi ini tersedia untuk smartphone Android dan Apple iOS. Versi web-nya saat ini baru tersedia dalam browser Chrome.